2021/01/26

UAS Literasi Komputasi


 بسم الله الرّحمٰن الرّحيم

السّلام عليكم و رحمة اللّٰه و بركاته.

As-salāmu'alaikum wa raḥmatullāhi wa barakātuh.

Pemilihan judul “Menjaga Produktivitas di Rumah dengan Gawai” didasari karena hal tersebut fundamental, karena tujuan adanya gawai-gawai itu sendiri adalah menunjang kebutuhan dan keperluan yang kita punya, bukan untuk melalaikan kita adari kewajiban yang kita emban. Dan sebagai mahasiswa, kehadiran gawai beserta fitur-fitur yang dimilikinya, bisa menyunting dokumen, foto, video, suara, dan lain-lain. Namun, memang tidak dapat dimungkiri bahwa kemajuan fitur-futur yang dimiliki gawai secara umum dapat melalaikan penggunanya. Oleh karena itu, menjaga produktivitas adalah kunci utama untuk memetik manfaat dari gawai yang kita miliki.







Konten yang dimuat oleh keduanya (Infografis dan videografis) bisa dikatakan sama. Poin-poin yang saya angkat pada keduanya adalah hal-hal yang mendasar dalam penggunaan teknologi di keseharian manusia hari-hari ini. Sebenarnya kata “gawai” tidak hanya mengenai ponsel saja, lebih dari itu, gawai bisa berbentuk tablet (tab), laptop, modem, dan lain-lain, sehingga seluruh poin dapat diaplikasikan pada tiap-tiap gawai yang kita miliki.

Tahapan-tahapan pembuatan infografis: 

Pertama, saya meriset data-data yang terdapat pada laman-laman yabg saya jadikan rujukan (Seperti car.co.id, swa.co.id, dan nationalgeographic.grid.id), lalu dari hasil rriset tersebut terbentuklah poin-poin yang ingin saya sampaikan. Setelah matang akan poin-poinnya, saya mencari aplikasi yang kompatibel dengan spesifikasi perangkat keras yang saya miliki, dan Canva hadir untuk jadi solusi. Di sana ada templat Infografis yang cukup beragam, oleh karena itu saya menggunakan fitur pencarian yang tersedia untuk mendapat templat yabg saya suka dengan kata kunci “Two-tone self-quarantine”, setelah memilih-milih templat, saya memutuskan untuk menggunakan templat “Blue and Green Self-Quarantine Guidelines Coronavirus Poster”.

Setelah itu, penyuntungan dimulai. Judul yang saya kehendaki saya ketik di bagian atas. Lalu poin-poinnya ditulis pada setiap kotak yang telah tersedia dengab menambahkan keterangan-keterangan sederhana di tiap poinnya. Beberapa gambar ada yang saya ubah sesuai poin yang disajikan, fitur yang ddapat digunakan pada poin ini adalah “Elemen”, di sana tersedia gambar-gambar ataupun GIF yang dapat digunakan, lalu dengan sedikit penyesuaian warna saya menyimpan hasil infografis tersebut di ponsel dan menyuntingnya kembali pada fitur suntingan yang terdapat di aplikask Galeri, di tahap ini, saya hanya hendak menghilangkan wajah-wajah yang ada pada gambar-gambar di infografis dengan maksud mengikuti batasan yang telah ditetapkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam menggambar makhluk hidup. Setelah selesai, saya simpan di Galeri ponsel saya dan saya cadangkan di Google Photo.

Untuk videografis:

Pranala terkait: https://youtu.be/gDJGDpIQWJA

Saya hanya menyalin-tempel poin-poin yang disajikan pada infografis yang telah saya buat, lalu saya mencari aplikasi dan situs-situs yang dapat membuat videografis secara sederhana, dan saya menemukan powtoon.com. Setelah itu, saya menemukan templat yang cocok dengan keinginan saya di tampilan beranda situs tersebut, tanpa berpanjang lebar saya langsung memilij templat tersebut. Di sana tersedia beberapa salindia (Slide) yang dapat kita sunting layaknya dokumen PowerPoint. Fitur-fitur yang dimiliki pun cukup serupa dengan apa yang PowerPoint punya. Setelah familiar dengan tampilan dan fitur-fitur yang tersedia, saya langsung melahap proyek ini. Dari aspek latar, mayoritas diambil langsung dari video yang tersedia atau terhubunh dengan powtoon.com, untik salindia pertama dan keempat, saya mencarinya di media lain. Yang pertama d mesin pencarian Google foto dengan lisensi komersial, lalu salindia keempat dari akun Instagram @wmngovsa. Setelah itu, saya memasukkan poin-poin yang terdapat pada infografis yang telah saya buat sebelumnya, diletakkan di kotak teks dengan sedikit modifikasi yang tersedia pada situs tersebut, saya menyelesaikan tahao ini. Selanjutnya tahap animasi. Lagi-lagi saya katakan bahwa pembuatan videografis ini layaknya yang ada di PowerPoint, saya menyadari hak itu karena sebelumnya saya sempat mencoba menggunakan PowerPoint sebagai platform pembuatan videografis ini, tetapi karena ragu, saya mencari platform lain di internet. Dengan sedikit sentuhan animasi in-out dan pengatur durasi serta urutan animasi yang muncul, tahap ini selesai. Terakhir, saya menggunakan fitur “Voiceover” yang tersedia pada platform ini, merekam suara saya yang disesuaikan dengan teks yang ada terbilang cukup mudah. Namun, yang perlu diperhatiakan adalah keselarasan durasi tiap salindia dengan Voiceover yang telah direkam. Setelah semuanya selesai, saya mengunggah hasil kerja videografÍs saya dengan menekan tombol “Publikasi” yang terdapat di ujung kanan atas situs tersebut, setelah masuk ke akun YouTube Studio saya dan penambahan juduk serta deskripsi, video diunggah di YouTube dan siap berselancar di internet.  

Beberapa fitur yang tersedia di Canva ma upun Powtoon membutuhkan langganan berbayar, sehingga tidak sepenuhnya dapat digunakan, tetapi sepertinya Powtoon memberi promosi yang kemudian saya pakai sehingga dapat menggunakan stok video dan transisi salindia-salindia yang berlabel “Pro”.

Sekian, terima kasih telah mengikuti tulisan ini hingga sini. Semoga apa yang saya tulis dapat berguna bagi diri saya sendiri dan orang lain. Tetap semangat, sehat, dan produktif. Jaga keimanan dan tetap berusaha bertakwa kepada Allah, ya!

 سبحان اللهم و بحمدك، لا إله إلّا أنت، أستغفرك و أتوبو إليك.

والسّلام عليكم و رحمة اللّٰه و بركاته.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar